Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

Keinginan itu, Penting!! (Part 1)


Saat yang ku tunggu-tunggu tiba. Ya, tepat pada hari Sabtu, 23 Maret 2013, aku bertemu dengan salah satu orang hebat dari ranah politik. Beliau adalah Bapak Teguh Juwarno. Kami bertemu di sebuah food court terkenal di Gandaria City. Mau tau gimana ceritanya? Yuk, langsung saja!
Pria kelahiran 01 November  1968 ini, mulai tertarik dengan dunia politik sejak  tahun 1993. Saat itu beliau sedang berkarier di dunia pertelevisian.  Untuk diketahui, Bapak Teguh ini telah menjadi wartawan pada Majalah Tempo pada tahun 1993 – 1994. Sedangkan pada tahun 1994 sampai 2005 beliau bekerja sebagai wartawan di RCTI.
Beliau mengatakan bahwa ketika beliau meliput berita, beliau menemukan bahwa ternyata pusat pengambilan keputusan berada di tangan DPR. Beliau merasa bahwa beliau harus terjun ke dalam wadah tersebut.

Mau tau, kapan karier beliau di mulai? Jangan lewatkan post selanjutnya yaaaaaaa:)

Rabu, 23 Januari 2013

Keinginan Membawa Kesuksesan Part I

Sore hari yang mendung tepat pada hari Selasa, 22 Januari 2013, di sebuah kedai kopi terkenal, Starbucks Coffee, di sebuah mal dibilangan Bintaro Raya. Ya, hari itu merupakan sore yang sangat berkesan bagi kelompok kami yang terdiri dari Athaya, Nadira Anamika, Checa, dan Fariz.
Karena, dengan bantuan Tante Citra, yang tak lain adalah ibunda dari Fariz, kami dapat mewawancarai seorang penulis fenomenal yang berhasil menginspirasi banyak orang, termasuk kami. Beliau adalah Om A. Fuadi. Kebetulan sekali, Om  A. Fuadi ini adalah teman kuliah Tante Citra.
Penulis yang juga seorang seniman ini, mulai tertarik untuk menulis ketika duduk di bangku SD dan SMP. Kala itu, beliau melihat Amak, panggilan ibu di Sumatera Barat, menulis buku harian. Menurut beliau, Amaknya menulis apa saja, dari peristiwa yang terjadi sehari-hari, resep masakan, hingga hutang piutang. Kegiatan menulis diawali dengan menulis buku harian ketika SD dan SMP dan mengikuti kelompok majalah kampus ketika SMA dan kuliah.
Om Fuadi mengakui bahwa keputusannya menjadi penulis murni dari lubuk  hatinya yang terdalam. Tidak ada satupun dorongan terlebih lagi tentangan dari keluarganya maupun kerabat-kerabatnya. Beliau mengatakan bahwa ketika menulis, ia merasa senang. Dan menurutnya, dengan menulis kita dapat melampiaskan perasaan yang ada di dalam hati.

Nah, temen-temen, mau tau lanjutan dari kisah gw ini? Tunggu post selanjutnya yaa!!