Tampilkan postingan dengan label starbucks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label starbucks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Keinginan Membawa Kesuksesan Part 2



“Menulis dapat mengubah dunia.”  dan  “Dengan menulis, kita akan abadi.” Dua kalimat dari Ustad pembimbing kelompok majalah kampus di Pondok Pesantren Gontor, tempatnya mengenyam pendidikan SMA. Kedua kalimat itu merupakan sumber inspirasi utama ketika Om Fuadi memulai karirnya sebagai penulis.
Maksud dari kalimat “Menulis dapat mengubah dunia.” adalah dengan tulisan, kita dapat mempengaruhi pembaca. Lewat pembaca, pengaruh itu akan menyebar luas dan akhirnya mendunia. Sedangkan maksud dari kalimat  “Dengan menulis, kita akan abadi.” adalah walaupun kita sudah meninggalkan dunia ini, tetapi tulisan kita tetap hidup.

Saat ini, penulis berdarah asli Minang ini sudah menerbitkan 7 buku. 3 buah novel yaitu Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rindu Purnama. Sedangkan 4 buku lainnya adalah buku-buku yang ditulis bersama penulis lainnya, seperti Man Jadda Wajada Series 2, Tips dalam Menulis, dan Kumpulan Cerpen. Saat ini, beliau sedang  menyelesaikan buku  kedelapannya yang juga merupakan lanjutan dari Trilogi Negeri 5 Menara, Rantau 1 Pulau.
Rata-rata, Om Fuadi ini mendapat inspirasi untuk menulis buku, khususnya Trilogi Negeri 5 Menara, berasal dari keinginannya untuk memberi inspirasi dari pengalaman hidupnya. Karena menurutnya, pengalaman hidup yang telah ia lewati adalah perjalanan hidup yang luar biasa yang didalamnya ada petualangan dan persahabatan yang sangat luar biasa.

To be continued on the next post! :D


Rabu, 23 Januari 2013

Keinginan Membawa Kesuksesan Part I

Sore hari yang mendung tepat pada hari Selasa, 22 Januari 2013, di sebuah kedai kopi terkenal, Starbucks Coffee, di sebuah mal dibilangan Bintaro Raya. Ya, hari itu merupakan sore yang sangat berkesan bagi kelompok kami yang terdiri dari Athaya, Nadira Anamika, Checa, dan Fariz.
Karena, dengan bantuan Tante Citra, yang tak lain adalah ibunda dari Fariz, kami dapat mewawancarai seorang penulis fenomenal yang berhasil menginspirasi banyak orang, termasuk kami. Beliau adalah Om A. Fuadi. Kebetulan sekali, Om  A. Fuadi ini adalah teman kuliah Tante Citra.
Penulis yang juga seorang seniman ini, mulai tertarik untuk menulis ketika duduk di bangku SD dan SMP. Kala itu, beliau melihat Amak, panggilan ibu di Sumatera Barat, menulis buku harian. Menurut beliau, Amaknya menulis apa saja, dari peristiwa yang terjadi sehari-hari, resep masakan, hingga hutang piutang. Kegiatan menulis diawali dengan menulis buku harian ketika SD dan SMP dan mengikuti kelompok majalah kampus ketika SMA dan kuliah.
Om Fuadi mengakui bahwa keputusannya menjadi penulis murni dari lubuk  hatinya yang terdalam. Tidak ada satupun dorongan terlebih lagi tentangan dari keluarganya maupun kerabat-kerabatnya. Beliau mengatakan bahwa ketika menulis, ia merasa senang. Dan menurutnya, dengan menulis kita dapat melampiaskan perasaan yang ada di dalam hati.

Nah, temen-temen, mau tau lanjutan dari kisah gw ini? Tunggu post selanjutnya yaa!!